Pengurus Pusat Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (PP JRA) – Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan layanan terapi gratis bagi para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan muktamar di Jombang, Jawa Timur. Layanan tersebut disiapkan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran dan kenyamanan para muktamirin selama mengikuti agenda organisasi terbesar Nahdlatul Ulama tersebut.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan layanan terapi bakal disiagakan di setiap tower penginapan peserta.
“Di setiap tower penginapan akan ada praktisi kesehatan tradisional dan thibbun nabawi gratis untuk para peserta muktamar,” kata Gus Rozaq.
Layanan tersebut akan diperkuat ratusan praktisi yang berasal dari berbagai daerah. Mereka antara lain berasal dari PW JRA Jawa Timur, PC JRA Jombang dan sejumlah daerah di sekitarnya, serta alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki kemampuan di bidang terapi pijat.
Koordinator PC JRA Jombang, Ustadz Muhammad Romli, menjelaskan layanan terapi gratis tersebut ditujukan untuk membantu memulihkan kondisi peserta yang mengalami kelelahan, baik setelah menempuh perjalanan jauh maupun setelah mengikuti rangkaian sidang, rapat, dan kegiatan muktamar.
“Setelah perjalanan atau mengikuti agenda muktamar tentu membutuhkan pemulihan kondisi. Karena itu kami menyediakan layanan terapi komplementer gratis khusus bagi peserta Muktamar NU,” ungkap Romli.
Menurutnya, jumlah relawan terapis masih berpeluang bertambah. Sejumlah alumni Bahrul Ulum dan relawan terapis dari luar daerah juga telah menyatakan kesiapan untuk ikut berkhidmat menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Para relawan nantinya ditempatkan di sejumlah titik layanan yang telah disiapkan panitia, di antaranya kawasan MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang, dan Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Untuk memastikan pelayanan tetap nyaman, pembagian terapis juga memperhatikan jenis kelamin peserta. Mayoritas relawan merupakan praktisi penyehat tradisional laki-laki yang melayani peserta laki-laki. Sementara itu, penyehat tradisional perempuan disiapkan untuk melayani peserta perempuan, termasuk para ibu nyai yang hadir dalam muktamar.

Berikut Layanan Terapi
Adapun layanan yang diberikan meliputi acupresur, pijat holistik, refleksi, hingga thibbun nabawi. Karena jumlah peserta yang membutuhkan layanan diperkirakan cukup banyak, durasi terapi dibatasi sekitar 15 menit untuk setiap orang.
“Kalau pelayanan normal bisa sampai satu jam. Namun selama muktamar kami batasi sekitar 15 menit agar lebih banyak peserta bisa merasakan manfaatnya,” ujar Romli.
Romli menegaskan seluruh layanan terapi tersebut diberikan secara cuma-cuma. Para relawan tidak diperkenankan meminta bayaran kepada peserta karena keterlibatan mereka merupakan bentuk khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan para ulama yang hadir dalam Muktamar NU ke-35.
Meski demikian, apabila peserta memberikan apresiasi secara sukarela setelah menerima layanan, para relawan diperbolehkan menerimanya sepanjang pemberian tersebut bukan atas permintaan terapis maupun menjadi syarat untuk memperoleh pelayanan.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik agar peserta tetap bugar dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang,” tegasnya.
Kehadiran layanan terapi gratis ini diharapkan menjadi bagian dari dukungan nonpersidangan yang dapat membantu para muktamirin menjaga kondisi fisik. Dengan demikian, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 dengan lebih nyaman dan optimal.
Penulis: Khayaturrohman










