Menjemput Keberkahan di Majelis Jam’iyyah, Saatnya Mengetuk Pintu Langit Lewat Silatnas 6 & Rakernas 3 JRA

Pengurus Pusat Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (PP JRA) akan kembali menggelar agenda besar organisasi, yakni Silaturahmi Nasional (Silatnas) VI dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III JRA, pada 29–30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Al-Mubaarok, Manggisan, Mojo Tengah, Wonosobo.

Bagi para praktisi Ruqyah Aswaja, agenda ini bukan sekadar pertemuan organisasi atau rutinitas tahunan. Silatnas VI dan Rakernas III menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat khidmah, menyatukan langkah dakwah, sekaligus meneguhkan kembali kecintaan kepada Al-Qur’an.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut memberikan pesan mendalam bahwa langkah seseorang menuju majelis ilmu dan kebaikan bukanlah langkah biasa. Di dalamnya terdapat harapan akan pertolongan, rahmat, dan kemudahan dari Allah SWT.

Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan, tetapi Amanah Khidmah

Sebagai praktisi JRA, keseharian kita bersentuhan dengan kemuliaan Al-Qur’an. Ayat-ayat yang dibaca bukan sekadar rangkaian lafaz yang dilantunkan, tetapi merupakan syifa’ (Obat), huda (petunjuk), dan rahmah (rahmat) bagi orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

Namun, di balik aktivitas ruqyah dan khidmah Al-Qur’an, ada sesuatu yang tidak kalah penting: keikhlasan niat, keberkahan sanad, keteladanan guru, kekuatan ukhuwah, serta ketulusan dalam mengabdi kepada umat.

Karena itu, kekuatan seorang praktisi JRA tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga dari sejauh mana ia menjaga adab, memperkuat ilmu, meluruskan niat, dan terus menyambungkan diri dengan para ulama serta guru.

Mengapa Kehadiran Langsung di Majelis Itu Begitu Berarti?

Di tengah kemajuan teknologi, pertemuan dapat dilakukan melalui layar. Namun, ada dimensi tertentu dalam suhbah (kebersamaan) dan silaturahmi yang tidak selalu dapat tergantikan oleh pertemuan virtual.

Ketika para praktisi JRA dari berbagai daerah berkumpul dalam satu majelis, membawa niat yang sama untuk berkhidmah kepada Al-Qur’an dan umat, di sanalah ukhuwah semakin kuat.

Allah SWT berfirman:

نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ

Artinya:“Cahaya di atas cahaya.” (QS. An-Nur: 35)

Pertemuan dengan para masyayikh, ulama, guru, sesama praktisi, dan pejuang dakwah menjadi kesempatan untuk saling menguatkan hati, bertukar pengalaman, memperbarui semangat, serta mengingatkan kembali bahwa perjuangan dakwah tidak dilakukan sendirian.

Kehadiran secara langsung juga menjadi bentuk penghormatan kepada majelis, guru, dan perjuangan Jam’iyyah. Tatap muka menghadirkan kedekatan hati, sementara silaturahmi menguatkan ikatan ukhuwah.

Mengukuhkan Sanad, Memperkuat Suhbah

Dalam perjalanan khidmah, seorang praktisi tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga ilmu, adab, bimbingan, dan keteladanan.

Majelis bersama para masyayikh dan guru menjadi ruang untuk tazkiyatun nafs, meluruskan kembali orientasi perjuangan, serta memperbarui semangat khidmah.

Inilah pentingnya suhbah kedekatan dan kebersamaan dengan guru serta orang-orang saleh. Dari majelis seperti inilah seorang praktisi diharapkan tidak hanya bertambah wawasan, tetapi juga semakin matang dalam akhlak dan tanggung jawab dakwah.

Rakernas III Musyawarah yang Menjadi Bagian dari Khidmah

Sementara itu, Rakernas III JRA menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan.

Musyawarah bukan sekadar aktivitas administratif. Ia merupakan bagian penting dalam tradisi Islam. Allah SWT berfirman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya: “Sedangkan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka. (QS. Asy-Syura: 38)

Karena itu, setiap gagasan, pemikiran, masukan, dan kontribusi yang diberikan untuk kemajuan Jam’iyyah dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari amal kebajikan.

Rakernas III diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis agar JRA semakin tertata, solid, profesional, dan mampu memperluas manfaat dakwah kepada masyarakat.

Panggilan Khidmah Singkirkan Alasan, Luruskan Niat

Jarak yang jauh, kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga persoalan biaya perjalanan mungkin menjadi tantangan bagi sebagian praktisi.

Namun, setiap perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan.

Dalam kaidah fikih disebutkan:

مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ

Artinya: “Apa yang tidak dapat dicapai seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”

Maka, selama masih ada kemampuan, mari berusaha mengambil bagian dalam majelis yang penuh dengan semangat silaturahmi dan khidmah ini.

Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan harta yang dikeluarkan untuk menghadiri agenda Jam’iyyah hendaknya diniatkan sebagai bagian dari khidmah fi sabilillah, yakni ikhtiar di jalan Allah dalam memuliakan Al-Qur’an dan memberikan manfaat kepada umat.

Allah SWT berfirman:

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Rapatkan Shaf, Jemput Keberkahan Bersama

Untuk para praktisi JRA di seluruh penjuru Nusantara, dari ujung Sumatera hingga tanah Papua, mari kita bulatkan azam dan kuatkan niat.

Jangan biarkan majelis yang insyaallah penuh dengan ilmu, silaturahmi, doa, dan semangat perjuangan ini berjalan tanpa kehadiran kita, selama kita memiliki kemampuan untuk menghadirinya.

Jadikan langkah menuju majelis sebagai ikhtiar menjemput keberkahan. Jadikan niat hadir sebagai bukti cinta kepada Al-Qur’an, para masyayikh, guru, sesama praktisi, dan Jam’iyyah.

Bawalah semangat dari daerah masing-masing, bertemulah dalam satu ukhuwah, dan pulanglah membawa energi kebaikan untuk kembali berkhidmah kepada umat di daerah masing-masing. Mari rapatkan shaf, satukan langkah, kuatkan ukhuwah, dan luruskan niat.

Saatnya mengetuk pintu langit dengan langkah-langkah khidmah. Sampai jumpa di Arena Silatnas VI dan Rakernas III Jam’iyyah Ruqyah Aswaja!

📅 29–30 Agustus 2026
📍 Pondok Pesantren Al-Mubaarok, Manggisan, Mojo Tengah, Wonosobo

 

Penulis: Gus Akhlis Munazilin Sekretaris Jenderal PP JRA

Editor: Khayaturrohman Infokom PP JRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *