Mengenang Alm. Ustadz Mohamad Fauzan Adhim: Pejuang Dakwah dan Pelayan Umat dari JRA Banyuwangi

Pengurus Pusat JRA — Keluarga besar Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Tim Joko Samudro Pengurus Cabang (PC) Banyuwangi tengah diselimuti suasana duka.
Sosok pejuang dakwah sekaligus seorang yang penuh dedikasi, Ustadz Mohamad Fauzan Adhim, telah berpulang ke Rahmatullah, Pada Selasa (28/07/2026) ia meninggalkan jejak pengabdian yang mendalam bagi pembinaan umat di Banyuwangi.

Semasa hidupnya, Almarhum Ustadz Fauzan dikenal sebagai tokoh sentral dalam pergerakan JRA di wilayah tersebut. Beliau pernah mengemban amanah penting sebagai Sekretaris Cabang JRA Tim Joko Samudro PC Banyuwangi pada periode 2018–2023.
Peran ini dijalankannya dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan dedikasi yang tinggi.

Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Obat Utama

Dalam masa pengabdiannya, Ustadz Fauzan turut berperan aktif membangun dan mengembangkan JRA sebagai wadah dakwah yang berkhidmat pada pelayanan umat.
Beliau secara konsisten mempromosikan praktik Ruqyah Aswaja yang berlandaskan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Sejalan dengan visi besar JRA, almarhum senantiasa mengedukasi masyarakat untuk kembali kepada kitab suci (Al-Qur’an) Beliau gigih mengajak umat menjadikan Al-Qur’an sebagai Syifa (obat) yang pertama dan utama dalam menyembuhkan berbagai penyakit, dengan menanamkan keyakinan tauhid bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat Yang Maha Menyembuhkan.

Prinsip Dakwah yang Santun dan Ilmiah

Tidak hanya sebatas menjalankan roda administrasi organisasi, kiprah almarhum terjun langsung di tengah masyarakat juga sangat dirasakan. Beliau dikenal sebagai pribadi yang istiqamah dalam memberikan pelayanan ruqyah.

Dalam praktiknya, Ustadz Fauzan selalu memegang teguh empat prinsip utama Jam’iyyah Ruqyah Aswaja, yaitu:

Santun dalam penyampaian dan pelayanan. Ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara syariat. Alamiah menggunakan metode pengobatan sesuai fitrah.
Ilahiah yang senantiasa bersandar pada pertolongan Allah.

Jejak Inspirasi yang Akan Terus Hidup

Kepergian almarhum tentu meninggalkan kehilangan yang besar. Namun, segala pengabdian, keteladanan, dan amal kebaikan yang telah dipersembahkan menjadi jejak perjuangan yang akan terus dikenang.

Segenap keluarga besar Pengurus Pusat  Jam’iyyah Ruqyah Aswaja dan JRA se-Nusantara, khususnya JRA Tim Joko Samudro Banyuwangi, berharap kiprah almarhum dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dakwah.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَرَحْمَهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau sebagai amal jariyah, mengampuni segala khilaf dan dosanya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin,” demikian doa yang mengalir dari keluarga, kerabatdan rekan-rekan seperjuangan almarhum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *