Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, menjadi momentum bersejarah sekaligus refleksi perjalanan khidmah organisasi dalam melayani umat melalui dakwah Al-Qur’an dan pengobatan syar’i. Mengusung tema “Meneguhkan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Menguatkan Militansi dalam Ruqyah”, kegiatan ini sukses digelar dengan khidmat, tertib, dan penuh keberkahan.

Kegiatan Harlah ke-9 JRA tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga sebagai ajang konsolidasi nasional, penguatan ideologis, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Hal ini tercermin dari rangkaian acara yang dirancang secara komprehensif, mulai dari pra-acara nasional hingga acara puncak yang dipusatkan di Bali.
Pra-Acara Nasional: Ruqyah, Doa, dan Kepedulian Sosial
Sebelum acara puncak digelar, JRA melaksanakan pra-acara secara serentak nasional selama satu bulan penuh, melibatkan seluruh Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di dalam maupun luar negeri. Kegiatan pra-acara ini meliputi ruqyah massal, khotmil Qur’an bil ghoib dan bin nadhor, serta bakti sosial dan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian pra-acara ini menjadi bukti bahwa JRA hadir tidak hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan dakwah yang hidup di tengah umat. Pelayanan ruqyah dilakukan tanpa memungut biaya, dengan mengedepankan keikhlasan, adab, serta standar operasional yang berlandaskan 99 Prinsip JRA. Respon masyarakat yang positif menunjukkan bahwa dakwah ruqyah syar’iyyah semakin diterima dan dibutuhkan.
Acara Puncak di Denpasar: Khidmat, Tertib, dan Penuh Makna

Puncak Harlah ke-9 JRA dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Madrasah Karakter Mutiara Bunda Bali, Denpasar. Sejak pagi hari, ratusan peserta telah memadati lokasi kegiatan. Acara diawali dengan registrasi dan pelaksanaan ruqyah massal yang diikuti oleh 125 peserta dari masyarakat umum dan internal JRA.
Selain ruqyah massal, agenda siang hingga sore diisi dengan ijazah ruqyah, sertifikasi praktisi, serta khotmil Qur’an yang diikuti para praktisi JRA. Kegiatan ini menegaskan komitmen JRA dalam menjaga sanad keilmuan, kemurnian metodologi, serta kualitas sumber daya manusia di bidang ruqyah syar’iyyah.
Memasuki malam hari, suasana semakin khidmat dengan pelaksanaan tahlil akbar dan doa bersama untuk para masyayikh, muassis, dan praktisi JRA yang telah wafat. Resepsi puncak Harlah kemudian digelar dengan dihadiri oleh Dewan Pembina, Pengurus Pusat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari unsur pemerintah dan tokoh adat Bali.
Resepsi Harlah: Spirit Kebangsaan dan Ukhuwah

Resepsi puncak Harlah ke-9 JRA berlangsung penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathan, dan Mars JRA. Sambutan disampaikan oleh Ketua PW JRA Bali, Ketua Umum PP JRA, serta perwakilan pemerintah daerah.
Momentum ini semakin bermakna dengan penampilan sholawat Berzanji dan launching hadrah Harlah JRA, yang menjadi simbol perpaduan dakwah, budaya, dan spiritualitas. Acara ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Dewan Pembina sebagai ungkapan syukur atas perjalanan sembilan tahun JRA dalam khidmah kepada umat.
Antusiasme Peserta dan Soliditas Organisasi

Harlah ke-9 JRA di Bali dihadiri oleh sekitar 250 peserta, terdiri dari 200 peserta internal JRA dan 50 peserta masyarakat umum serta tamu undangan. Tingginya partisipasi ini mencerminkan soliditas organisasi dan militansi para praktisi JRA, khususnya di wilayah Bali.
Hampir seluruh praktisi JRA se-Bali terlibat aktif, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia pelaksana. Kebersamaan, kekompakan, dan koordinasi yang baik antar panitia menjadi salah satu kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini.
Transparansi dan Profesionalisme Panitia
Dari sisi manajemen kegiatan, Harlah ke-9 JRA dilaksanakan secara profesional dan akuntabel. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan perencanaan, tanpa kendala berarti. Pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan seimbang, dengan total dana masuk dan keluar yang sama, sehingga tidak menyisakan defisit maupun surplus.
Evaluasi internal mencatat bahwa koordinasi panitia berjalan sangat baik, dukungan sponsor dan donatur sangat membantu kelancaran acara, serta antusiasme peserta menjadi energi positif bagi organisasi. Ke depan, JRA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dokumentasi dan publikasi digital agar dampak kegiatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Menyongsong Satu Dekade Pengabdian
Harlah ke-9 JRA di Bali bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa JRA siap menyongsong satu dekade pengabdian dengan semangat militansi, profesionalisme, dan keikhlasan. Dengan berlandaskan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, JRA terus berkomitmen menebar manfaat, menjaga aqidah umat, dan menghadirkan Islam yang ramah, solutif, serta rahmatan lil ‘alamin.
Semoga seluruh rangkaian Harlah ke-9 JRA menjadi amal jariyah yang dicatat oleh Allah SWT dan menguatkan langkah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja dalam melayani umat dan bangsa.
